Tikus, ada yang suka tikus di sini
? hoho saya yakin seyakin yakinnya bahwa sekitar 90 % dari penduduk bumi adalah
tikus haters ( emang udah survey gan ? sok tau lu) . terus yang 10 % nya kemana
gan ? haha oke, yang 3 % nya merupakan pecinta tikus ( bisa pemelihara, pemuja,
ataupun penyantap yuks hueks ) lalu sisa yang 7 % memilih tidak tahu / netral (
maksud lohh )
Ada apa dengan
tikus ? kenapa ngebahas tikus ?
Sebenarnya saya bukan seorang pembenci tikus , kalau ingin dikategorikan, maka
saya termasuk golongan orang-orang yang 7 %. Yaitu orang orang yang memilih
netral / tidak tahu dan tidak mau ambil pusing. Jika harus mencintai, saya
nggak tahu bagian mana dari seekor tikus yang bisa membuat saya suka dan jatuh
cinta sama dia. Demikian pula saya tidak membenci tikus karena memang dia nggak
pernah nyakitin saya dan saya juga tidak pernah punya pengalaman buruk dengan
binatang tersebut. Kenapa saya memilih tema tikus, karena baru-baru ini rumah
saya di serang sama mamalia pengerat tersebut (ihhh pasti rumahnya jorok tuh).
Jadi begini
cerita singkatnya. Baru-baru ini, saya sering sekali mendapati tikus berkeliaran
di rumah saya. akhirnya muncul banyak pertanyaan di otak saya mulai dari yang
masuk akal seperti, “lho kok sekarang di rumah ada banyak tikus sih ?, apa sih
yang mereka cari ? makanan ? kasian amat ya tuh tikus nyari nafkah di rumah
mahasiswa kere kaya gw huhu, kira-kira mereka masuk darimana ya ?” hingga
pertanyaan yang nggak masuk akal seperti , “ada nggak ya tikus kayak
ratatouielle ? ih kalau ada dimana ya nyarinya ? asyik dah kalau punya, bisa
buka restoran gw hoho”. Lambat tapi pasti, karena ketekunan saya dalam
mengamati dan meneliti tuh makhluk secara kasar dan tidak ilmiah, akhirnya
pertanyaan-pertanyaaan yang ada di otak saya pun mulai terjawab satu persatu
.
Pertanyaan 1, darimanakah
mereka masuk ? pertanyaan ini terjawab ketika saya BAB ( baca : buang air besar
). Ketika itu saya sedang asyik2nya ngeden, tiba2 muncullah tikus dari lubang
pembuangan air di kamar mandi. Spontan saja saya langsung loncat dan teriak2
ketakutan ( maklum penulis rada2 benciss gitu deh hehe ). Cerita ini nggak akan
saya bahas lebih lanjut, karena ini adalah aib internal saya hehehe. Intinya tikus-tikus
ini masuk dari lubang pembuangan di kamar mandi.
Pertanyaan 2, lho
apa sih yang mereka cari ? makanan ? yup tepat sekali, sepertinya ini adalah tujuan utama mereka. Sebenarnya agak susah menemukan seonggok
makanan di kontrakan saya pada hari2 biasa. Hal ini disebabkan Karena memang
saya dan teman2 sekontrakan saya termasuk golongan mahasiswa yang kere abiss. Tapi
ternyata tikus2 tersebut datang di saat yang tepat. Mereka datang di saat aku
ingin memulai bisnis donatku. alhasil ketika rumah kutinggal pergi beberapa
hari, tanpa ampun dan belas kasihan mereka habiskan semua dah tuh bahan2 mentah
donatku. Huhu, padahal ngumpulin uang buat beli bahan2 kuenya dengan susah
payah dan membanting2 tulang hoho. Dan yang paling nyebelin, semua donat
buatanku saat itu juga habis ludes dimakan mereka. Ampun deh!!! Dasar tikus,
huhu. Aku jadi ngerti kenapa koruptor2 itu
dijuluki tikus2 berdasi. Yah karena memang hobi mereka adalah memakan
hak orang lain tanpa ampun dan belas kasihan. Hoho terkutuklah kau wahai
koruptor
Dan Pertanyaan
terakhir, apakah sebenarnya tikus itu memiliki motif2 yang lain sehubungan
dengan penjajahan mereka di rumahku ? menurut saya tikus itu suka dengan
tempat2 yang kotor. Dan tak bisa di pungkiri lagi, rumah kontrakan saya itu
sama kotornya dengan tempat pembuangan sampah akhir hoho. Itu dia satu alasan
lain kenapa mereka memilih untuk mendatangi rumahku di banding rumah2 lainnya. Dan
alasan kedua, mungkin karena rumahku itu hangat. Tau sendirilah, dinginnya kota
bandung itu seperti apa. Siapapun pasti tergiur dengan kehangatan yang
ditawarkan rumahku hoho.
I HATE TIKUS. Huhu,
intinya sedih deh kalau rumah sampai dijajah tikus seperti ini. Rumah kontrakan
jadi serasa nggak aman dan nyaman. Namun sebenanya banyak pelajaran yang bisa kuambil
dari peristiwa ini lho. Seperti : “jagalah kebersihan, karena tikus sangat
membenci kebersihan”, dan aku pun juga teringat akan perkataan nenekku. Beliau pernah
bersabda “Ardeen kalau naruh makanan
jangan sembarangan ya, nanti ada yang ngambil lho.” mungkin yang beliau maksud sebenarnya adalah
jin, tapi buatku sama aja deh mau dimakan tikus atau jin. Wong sama2 hilang kok
hoho.
Mungkin sekian
dulu yang bisa saya tuliskan pada kesempatan ini, sebenarnya saya ingin
membahas tikus lebih banyak lagi lho. Tapi, mungkin di lain kesempatan. Ditunggu
komentar dan kritikannya, tapi jangan sadis2 yaa. Maafkan juga kalau ada salah2
kata hehe. See u next time.
Hueee...akhirnya beres jg tulisan ttg pliharaanmu, mas..
BalasHapusSimple n to the point..
Klo kata"nya lbh baku lg, sptny mirip dg penelitian sgkat..hahaha
Ad rumusan mslh, n ada hsil pengamatan..
Yak,,smakin rajin nulis smakin rajin baca, tulisan mas psti smakin bgus krn smakin bijak dlm memilih kata"..semangat..!