Rabu, 03 September 2014

Sampai Nanti Nek



                setiap ada perjumpaan pasti ada perpisahan. hal itu  merupakan sunnatullah yang tidak mungkin kita ingkari. namun yang menjadi masalah adalah, betapa sulitnya melepaskan kepergian seseorang yang sangat - sangat engkau cintai. ku selalu merindumu nek, ku selalu mencintaimu nek. kenapa kau tinggalkan aku begitu cepat. bukankah kau ingin hidup bahagia berasmaku ketika aku sudah dewasa nanti ?

                ketika itu, hari itu adalah hari yang cerah. sepulang main basket sekitar jam 10 pagi, aku dikejutkan dengan kabar pahit dari ibu bahwa kau telah tiada. bagai disambar halilintar, hatiku hancur mendengarnya. kuterkejut tak percaya bahwa kau telah pergi tuk selamanya. kuhela nafas panjang untuk menenangkan diri, namun ternyata tetap tak bisa. ku gelisah, resah membayangkan itu semua. kelopak mataku tak mampu lagi mebendung setiap tetesan air mata yang mengalir membasahi wajah dan hatiku.

           memori-memori indah kembali terputar di otakku. segala kebaikanmu, keramahanmu, cerewetmu,  keras kepalamu, senyummu, marahmu semuanya ku rindu. tiada lagi orang yang benar benar menanti kedatanganku di kampung, tiada lagi orang yang akan memelukku dengan erat setiap idul fitri, tiada lagi orang yang memasakkan lontong kari enak seperti yang engkau buat

                nek, aku adalah cucu pertama untukmu. entah mengapa aku merasa aku adalah cucu yang paling engkau sayang. dari caramu memperlakukanku, dari caramu memperhatikanku, aku tahu itu. ketika aku disunat, siapa yang merawatku sampai aku sembuh kalau bukan dirimu. ketika ada suara halilintar yang begitu menakutkan, di pelukan siapa aku berlindung kalau bukan pelukanmu. ketika aku jatuh dari motor siapa yang membersihkan lukaku kalau bukan dirimu. ketika terjadi konflk atara aku dan ibu siapa yang akan menasehati aku kalau bukan dirimu. begitu perhatiannya engkau hingga engkau menjadi orang tua yang cerewet, tapi aku senang dengan itu semua.

"ardin, potong rambut yuk, itu rambutnya sudah panjang. nenek nggak suka "
"ardin, sekarang mau makan apa ? soto ? apa lontong ?"
"nanti nenek naik hajinya mau sama ardin saja oke, pakai uang ardin"
"nanti ardin kalau udah nikah, nenek mau tinggal sama ardin aja ya."
"ardin kuliah yang bener, udah nggak usah ikut demo - demo. nenek takut kenapa - napa nanti"
"shalatnya yang rajin, biar hidupnya berkah"
"jangan ngerokok, jangan mabuk mabuk, jangan main cewek nanti bisa susah"

                terima kasih atas banyaknya pelajaran hidup yang telah engkau berikan padaku. ku harap aku bisa cepat mengikhlaskan kepergianmu. aku sayang, cinta, dan rindu dirimu. kudoakan semoga engkau bisa kembali kepada sang khalik.  terima kasih juga sudah melahirkan dan mendidik seorang ibu yang baik untukku. terima kasih atas baiknya semua perlakuanmu padaku yang bahkan belum kubalas sedikitpun. terima kasih doanya, terima kasih nasehatnya. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. selamat jalan, sampai nanti nek.
               

Tidak ada komentar:

Posting Komentar