setiap
ada perjumpaan pasti ada perpisahan. hal itu
merupakan sunnatullah yang tidak mungkin kita ingkari. namun yang
menjadi masalah adalah, betapa sulitnya melepaskan kepergian seseorang yang
sangat - sangat engkau cintai. ku selalu merindumu nek, ku selalu mencintaimu
nek. kenapa kau tinggalkan aku begitu cepat. bukankah kau ingin hidup bahagia
berasmaku ketika aku sudah dewasa nanti ?
ketika
itu, hari itu adalah hari yang cerah. sepulang main basket sekitar jam 10 pagi,
aku dikejutkan dengan kabar pahit dari ibu bahwa kau telah tiada. bagai
disambar halilintar, hatiku hancur mendengarnya. kuterkejut tak percaya bahwa
kau telah pergi tuk selamanya. kuhela nafas panjang untuk menenangkan diri,
namun ternyata tetap tak bisa. ku gelisah, resah membayangkan itu semua. kelopak
mataku tak mampu lagi mebendung setiap tetesan air mata yang mengalir membasahi
wajah dan hatiku.
memori-memori
indah kembali terputar di otakku. segala kebaikanmu, keramahanmu, cerewetmu, keras kepalamu, senyummu, marahmu semuanya ku
rindu. tiada lagi orang yang benar benar menanti kedatanganku di kampung, tiada
lagi orang yang akan memelukku dengan erat setiap idul fitri, tiada lagi orang
yang memasakkan lontong kari enak seperti yang engkau buat
nek,
aku adalah cucu pertama untukmu. entah mengapa aku merasa aku adalah cucu yang
paling engkau sayang. dari caramu memperlakukanku, dari caramu memperhatikanku,
aku tahu itu. ketika aku disunat, siapa yang merawatku sampai aku sembuh kalau
bukan dirimu. ketika ada suara halilintar yang begitu menakutkan, di pelukan
siapa aku berlindung kalau bukan pelukanmu. ketika aku jatuh dari motor siapa
yang membersihkan lukaku kalau bukan dirimu. ketika terjadi konflk atara aku dan
ibu siapa yang akan menasehati aku kalau bukan dirimu. begitu perhatiannya engkau
hingga engkau menjadi orang tua yang cerewet, tapi aku senang dengan itu semua.
"ardin, potong
rambut yuk, itu rambutnya sudah panjang. nenek nggak suka "
"ardin, sekarang
mau makan apa ? soto ? apa lontong ?"
"nanti nenek
naik hajinya mau sama ardin saja oke, pakai uang ardin"
"nanti ardin
kalau udah nikah, nenek mau tinggal sama ardin aja ya."
"ardin kuliah
yang bener, udah nggak usah ikut demo - demo. nenek takut kenapa - napa nanti"
"shalatnya yang
rajin, biar hidupnya berkah"
"jangan
ngerokok, jangan mabuk mabuk, jangan main cewek nanti bisa susah"
terima
kasih atas banyaknya pelajaran hidup yang telah engkau berikan padaku. ku harap
aku bisa cepat mengikhlaskan kepergianmu. aku sayang, cinta, dan rindu dirimu.
kudoakan semoga engkau bisa kembali kepada sang khalik. terima kasih juga sudah melahirkan dan
mendidik seorang ibu yang baik untukku. terima kasih atas baiknya semua
perlakuanmu padaku yang bahkan belum kubalas sedikitpun. terima kasih doanya,
terima kasih nasehatnya. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. selamat
jalan, sampai nanti nek.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar